Informasi yang kamu cari

Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2015

Di Tepian Waktu

Karim masih duduk terdiam di depan kamar kosnya. Pandangannya nanar tanpa makna. Sesekali dilihatnya burung di kandang yang beberapa hari lalu ia beli. "Suntuk sekali hari ini", keluh hatinya. Terpikir juga olehnya andai ia pedagang, mungkin sekarang ia sedang mnghitung sudah berapa laba yang masuk kantong. Atau andai dia begal motor, tentu ia sedang merencanakan aksi untuk malam ini bersama teman-temannya. Aah, jadi pengangguran memang tidak enak. Keluhnya.

Suara azan yang membelah langit tak mampu juga memecah lamunannya. Pemuda 24 tahun itu terus menatapi pohon-pohon yang ribut di terpa angin. Sementara burung di kandang menatapnya heran. Mungkin si burung merasa lebih beruntung. Dikasih makan, dimandikan, diperhatikan oleh si Karim. Sementara si Karim sendiri? Boro-boro ada yang perhatian.

Begitulah hidupnya. Apa adanya, tanpa rekayasa. Hidup di Indonesia memang harus sabar. Apalagi buat pemalas dan ahli gengsi.

Karim terhenti dari lamunannya, matanya sekonyong-konyong menatap sajadah bekas temannya solat. Ah, dari pada melamun tanpa arti lebih baik aku solat. Setidaknya kalau aku tak sukses di dunia, tapi akhiratku terjaga. Pikirnya. Diapun segera berwudhu, ah segarnya air wudhu langsung naik ke kepalanya. Adem. Ayem terasa sampai ke hati. Sementara waktu terus berlalu, tanpa perduli dengan orang-orang yang malas atau rajin. Tanpa mau tau engkau sedang ibadah atau maksiat. Tanpa mengiba pada si miskin yang masih lapar. Dia hanya mau berhenti bila Tuhan telah bersabda. Setidaknya Karim masih bersyukur, punya waktu leluasa untuk solat.

Senin, 09 Februari 2015

Jati atau Jamur?

Apakah kita seperti jati atau jamur? Konsisten atau musiman?
.
Ada dua jenis tanaman yang sangat berbeda hakekatnya: Pohon jati, dan jamur di musim hujan. Lihatlah pohon jati, kita bahkan tidak bisa melihat ada yang berubah setelah beberapa minggu mengamatinya, hanya tumbuh satu ruas bahkan sejak satu bulan terakhir kita melihatnya. Itu benar, karena butuh puluhan dan bahkan bisa lebih dari seratus tahun untuk menjadi sebuah pohon jati yang sangat besar dan kokoh tak tergoyahkan.
.
Sementara lihatlah tumbuhan jamur yang tumbuh di awal musim hujan… Mungkin kemarin kita tidak melihat apa-apa, dan tiba-tiba awal pagi hari berikutnya kita melihat jamur bertebaran di sekitar kebun rumah kita yang lembab dan basah. Hanya butuh satu malam bagi jamur untuk tumbuh, dan beberapa hari saja untuk bertahan hidup. Hari ini ada, besok tiada…
.
Ada dua jenis manusia: Ada yang seperti jamur, sebentar begitu bersemangat, berkobar-kobar, penuh tawa dan sukacita ketika menerima hal-hal yang menyenangkan dalam hidupnya; tetapi ketika tiba-tiba sedikit kerikil menghambat langkahnya dan membuatnya terjatuh, lalu seluruh hidupnya menjadi layu secepat jamur lenyap dari permukaan tanah… Hilang segala sukacitanya; alih-alih masih bisa bersyukur atas segala yang baik yang diterimanya; malah penuh keluh kesah, caci-maki, dan kutukan atas hidup dan kemalangannya.
.
Ada orang yang seteguh pohon jati. Tidak terlalu banyak hal yang spektakuler, tapi hidupnya bersahaja. terus maju dan berkembang perlahan tapi pasti, melewati hari-harinya dengan tabah dan setia. Ada yang bertahun-tahun dalam derita kekeringan batin, sendirian menanggung sakit dan kesukaran. Tetapi keyakinan dan keteguhan diri mereka menopang hidupnya begitu kuat, dan tahun-tahun perjuangan hidupnya mengagumkan bagi banyak orang yang menyaksikannya. Bukankah sewaktu orang akan memilih berteduh di bawah pohon jati, bukan di bawah pohon jamur?
.
Hidup itu sebuah proses yang butuh waktu. Pilihan kita,  mau menjadi seperti jamur atau pohon jati?

From IG Santribackpacker