Informasi yang kamu cari

Senin, 20 April 2015

Contoh Proposal Skripsi

PROPOSAL SKRIPSI
Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di LP Anak Kelas II A Kota Tangerang dan Pengaruhnya terhadap Akhlak Narapidana Anak



 Logo Universitas





Disusun Oleh:
Ahmad Mustomi Inal Qirom 109011000099

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2012


A.    Masalah penelitian
1.      latar belakang
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Bab XIII tentang Pendidikan dan Kebudayaan, pada pasal 31 ayat 1 disebutkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan. Selanjutnya pada ayat 3 juga disebutkan,” Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan Nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”[1]
Berdasarkan pasal 31 ayat 1, ini mengandung implikasi bahwa setiap orang yang dinyatakan sah menurut undang-undang sebagai warga Negara Indonesia, maka ia berhak mendapatkan pendidikan. Walaupun dia seorang narapidana, orang cacat, anak yatim, anak nakal, ataupun anak jalanan, maka semua berhak mendapatkan pendidikan dan Negara wajib menyelenggarakan pendidikan bagi semua warganya. Selanjutnya, berdasarkan pasal 31 ayat 3 pendidikan yang diselenggarakan dan diusahakan oleh pemerintah tidak bisa sembarang dilakukan. Pemerintah wajib mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia.
Di antara tujuan penyelenggaraan pendidikan yang terkandung dalam pasal 31 ayat 3 adalah meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Kesemua tujuan yang ingin dicapai tersebut bermuara pada satu tujuan besar, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dari tiga tujuan tersebut, salah satu yang ingin dicapai adalah meningkatnya akhlak. Mengapa akhlak menjadi salah satu prioritas yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan pendidikan? Salah satu jawabannya mungkin bisa kita dapatkan melalui apa yang diungkapkan oleh Dr. Zakiah Darajat, dalam bukunya Membina Nilai-Nilai Moral di Indonesia sebagai berikut:
“Dari manapun kita ambilkan definisi tentang moral, maka definisi itu akan menunjukan bahwa moral itu sangat penting bagi tiap-tiap orang, tiap bangsa, bahkan ada seorang penyair Arab yang mengatakan bahwa ukuran suatu bangsa, adalah akhlaknya. Jika mereka tidak berakhlak, maka bangsa itu tidak berarti (berharga). Memang moral adalah sangat penting bagi suatu masyarakat, bangsa dan ummat. Kalau moral rusak, ketentraman dan kehormatan bangsa itu akan hilang. Maka untuk memelihara kelangsungan hidup secara bangsa yang terhormat, Indonesia perlu sekali memperhatikan pendidikan moral bagi generasi yang akan datang.”[2]
Begitu pentingnya masalah akhlak (moral) sehingga beliau sampai mengatakan bahwa apabila moral hilang atau rusak, maka ketentraman dan kehormatan suatu bangsa juga akan hilang. Lebih tegas lagi dikatakan oleh seorang pepatah Arab bahwa berharga atau tidaknya suatu bangsa adalah berakhlak atau tidaknya bangsa tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa akhlak memang pantas dijadikan sebagai salah satu tujuan dari penyelenggaraan pendidikan.
Di dalam Agama Islam sendiri, akhlak mendapatkan tempat yang istimewa. Rasulullah saw ketika ditanya mengenai tujuan diutusnya, beliau menjawab untuk menyempurnakan akhlak yang baik.
Salah satu tujuan pendidikan Islam menurut Al-Attas, misalnya, menghendaki manusia yang baik. Sedangkan Athiyah al-Abrasyi menghendaki tujuan akhir pendidikan Islam yaitu manusia yang berakhlak mulia. Munir Mursi menghendaki tujuan akhir pendidikan yaitu manusia sempurna. Ahmad D. Marimba berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya manusia berkepribadian muslim.[3]
Dari tujuan pendidikan Islam seperti yang dikemukakan para ahli di atas, menunjukkan bahwa pendidikan Islam merupakan salah satu alat yang setrategis dan sesuai untuk mencapai peningkatan akhlak bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pelaksanaan (proses) belajar mengajar pendidikan Islam mutlak di selenggarakan dengan baik bila ingin mencapai salah satu tujuannya, yaitu manusia saleh, sempurna, atau insan kamil, yang memiliki akhlak mulia.
Proses belajar mengajar merupakan kegiatan yang paling utama dan fundamental dalam mendukung keberhasilan pendidikan dan pengajaran, karena dalam kegiatan belajar mengajar itulah sesungguhnya pendidikan dan pengajaran itu dilakukan. Sejalan dengan prinsip ajaran Islam tentang belajar sepanjang hayat, maka proses belajar mengajar itu pun memperoleh perhatian yang sangat besar, dan harus dilakukan setiap saat. Sesuai pula dengan prinsip ajaran Islam yang integralistik, maka proses belajar mengajar itu pun harus dapat mengantarkan peserta didik pada tujuan yang integralistik pula, yaitu integralistik antara iman, ilmu, dan amal, atau antara akidah, ibadah dan akhlak, atau antara kognitif, afektif dan psikomotorik.[4]
Dalam menjalankan proses belajar mengajar pendidikan agama Islam, seorang pendidik setidaknya memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar, antara lain aspek tujuan, pendekatan, metode, teknik dan taktik.[5]
Lembaga Pemasyarakatan (LP) anak Pria kelas II A yang berada di kota Tangerang, adalah salah satu Lembaga Pemasyarakatan yang menyelenggarakan pendidikan bagi narapidana anak. Sesuai dengan tujuan diselenggarakannya pendidikan di Indonesia, maka salah satu hal yang harus dicapai adalah akhlakul karimah pada anak didik. Sementara itu, seperti kita ketahui, Lembaga Pemasyarakatan (khususnya LP Anak) adalah tempat pembinaan bagi anak-anak yang melakukan pelanggaran hukum positif. Pelanggaran hukum positif dapat
2.      Identifikasi Masalah
1.      Bentuk Pendidikan Agama Islam yang diberikan LP Anak Kota Tangerang terhadap akhlak Narapidana Anak.
2.      Hubungan/korelasi yang positif antara Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dan pengaruhnya terhadap Akhlak Narapidana anak.
3.      Peranan LP anak Kota Tangerang dalam memberikan pengetahuan Agama Islam kepada Narapidana Anak.
4.      Hambatan atau Kesulitan yang dihadapi LP Anak Kota Tangerang dalam melaksanakan Pendidikan Agama Islam kepada Narapidana Anak.
5.      Tindak lanjut yang dilakukan oleh LP Anak kota Tangerang untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam bagi Narapidana Anak.
3.      Pembatasan Masalah
Dari sekian masalah yang penulis kemukakan dalam Identifikasi masalah di atas, maka penulis membatasi masalah pada:
a.       Pendidikan Islam yang dimaksud adalah materi pelajaran yang berkenaan dengan aspek aqidah (Keimanan), Keislaman (Syari’ah) dan Ihsan (Akhlak).
b.      Akhlak maksudnya ialah mengarahkan siswa agar selalu mempunyai akhlak yang mulia, yaitu akhlak dalam beribadah, akhlak dalam kedisiplinan, akhlak dalam tutur bahasa dan akhlak dalam kegiatan keagamaan.
c.       Objek yang diteliti dibatasi pada Anak yang menyandang status Narapidana di LP Anak Pria Kota Tangerang.
4.      Rumusan Masalah
Agar penulisan Skripsi ini dapat dilakukan dengan mudah dan lebih focus, maka perlu perumusan masalah yang lebih jelas dan rinci.
Adapun rumusan masalah pada skripsi ini adalah sebagai berikut:
a.       Apakah ada hubungan/ korelasi yang positif antara Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam terhadap Akhlak Narapidana Anak?
b.      Apakah pendidikan Agama Islam pada LP Anak Kota Tangerang berperan terhadap Akhlak Narapidana Anak?
B.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian.
1.      Tujuan Penelitian
a.       Untuk mengetahui hubungan/korelasi yang positif antara Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam terhadap Akhlak Narapidana Anak.
b.      Untuk mengetahui peranan Pendidikan Agama Islam terhadap Akhlak Narapidana Anak.
2.      Kegunaan Penelitian
a.       Sebagai informasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam terhadap Narapidana Anak.
b.      Untuk dapat dijadikan sumbangan pemikiran dan rujukan alternative dalam mengatasi masalah Narapidana Anak.
c.       Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman pribadi dalam rangka menerapkan ilmu Pendidikan Agama Islam dan ilmu lainnya yang diperoleh selama masa perkuliahan dalam praktek yang nyata.
C.    Kajian Teoretis dan Kerangka Berpikir.

D.    Hasil Kajian Pustaka yang Relevan minimal 3 buah.
E.     Metodologi Penelitian
1.      Tempat dan Waktu
Penelitian dilaksanakn di LP Anak Pria Kota Tangerang yang beralamat di jalan....adapun penelitian dilaksanakan dari bulan Juni s/d September 2013
2.      Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Analisis dengan menggunakan dua cara yaitu:
a.      Penelitian Kepustakaan (Library Research) yaitu penelitian dengan jalan membaca dan menelaah buku-buku serta bahan-bahan bacaan lainnya untuk mengumpulkan data-data dan teori yang erat hubungannya dengan masalah yang dibahas
b.      Penelitiasn secara langsung ke objek penelitian (Field Research) guna memperoleh data-data yang akurat khususnya di LP Anak Pria Kota Tangerang.
3.      Populasi/Sampel
Adapun pengertian populasi....sampel adalah...
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah sebanyak Narapidana anak yang berada di LP....
Untuk menyederhanakan proses pengumpulan dan pengolahan data maka penulis mengambil tekhnik sampling yaitu mengacu kepada pendapat Suharsimi Arikunto :”apabila subjek kurang dari 100, lebih baik diambil semua. Sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subjeknya lebih besar dapat diambil 10-15 % atau 20-25 % atau lebih”. Penulis mengambil hanya 20 % responden yaitu... orang yang dilakukan secara acak (Random Sampling).
4.      Teknik Pengumpulan Data
Observasi, Wawancara, angket
5.      Instrumen

6.      Teknik Analisis Data
Setelah data dikumpulkan, maka langkah selanjutnya adalah pendeskripsian data, penganalisaan, penafsiran, lalu dikumpulkan. Maka hasilnya merupakan data yang konkrit.
Adapun langkah-langkah menganalisis data adalah sebagai berikut:
a.       Memeriksa angket yang telah dikembalikan dari responden
b.      Memindahkan jawaban dari responden ke dalam tabel
c.       Mencari jawaban dengan rumus frekuensi relative (prosentase), untuk mengetahui berapa besar dari tiap item jawaban yang dipilih. Rumus yang digunakan:
P=F/N X 100 %
d.      Mengolah data dari hasil perhituingan rata-rata
e.       Menyusun data dalam bentuk skripsi
f.       Uji keabsahan dengan rumus korelasi product moment


7.      Hipotesis
Ha: ada hubungan yang positif antara pelaksanaan pendidikan agama islam terhadap akhlak Narapidana Anak
Ho: tidak ada hubungan yang positif antara pelaksanaan pendidikan agama islam terhadap akhlak Narapidana Anak
F.     Daftar Pustaka.
G.    Rancangan Outline (Sistematika Isi).
COVER
SURAT PERNYATAAN PENULIS
LEMBAR PERSETUJUAN/PENGESAHAN
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Identifikasi Masalah
C.    Pembatasan Masalah
D.    Perumusan Masalah
E.     Tujuan dan Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN TEORITIS
A.    Deskripsi Teoritik
1.      Peranan Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam
a)      Pengertian Peranan
b)     Pengertian Pelaksanaan
c)      Pengertian Pendidikan
d)     Pengertian Pendidikan Islam
e)      Dasar Pendidikan Agama Islam
f)       Tujuan Pendidikan Agama Islam
2.      Akhlak
a)      Pengertian Akhlak
b)     Macam-Macam Akhlak
c)      Tujuan Akhlak
3.      Narapidana Anak
a)      Pengertian Narapidana Anak
b)     Ajaran Islam Tentang Perlakuan Terhadap Anak-Anak
B.     Studi Terdahulu Yang Relevant
C.    Kerangka Berpikir
D.    Hipotesis Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A.    Tempat dan Waktu Penelitian
B.     Metode Penelitian
C.    Variabel Penelitian
D.    Populasi
E.     Sampel
F.     Teknik Pengumpulan Data
G.    Instrumen Penelitian
H.    Teknik Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN
A.    Gambaran Umum LP Anak Kota Tangerang
B.     Deskripsi Data
C.    Analisis Data
D.    Interpretasi Data
BAB V PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN



[1] Tim Pustaka Setia, UUD’45; Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 (Bandung: Pustaka Setia, 2001), Cet. X, h. 45
[2] Zakiah Darajat, Membina Nilai-Nilai Moral di Indonesia, ( Jakarta: Bulan Bintang, 1977), cet. IV, h. 9
[3] Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana Press, 2010), cet. I, h. 63
[4] Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana Press, 2010), cet. I, h 157
[5] Ibid, h. 145

Tidak ada komentar:

Posting Komentar